Jumat, 19 September 2014

Jam Tangan Unik Ini Bisa Peroleh Vitamin D dari Matahari

jam tangan berwarna-warni ini bukan mainan anak-anak. Jam ini memiliki keunggulan yang bisa mengukur paparan sinar UV dan memberitahu penggunanya bila terbakar matahari sekaligus kapan bisa menambah vitamin D.
 Jam Tangan Unik Ini Bisa Peroleh Vit D dari MatahariSeperti dikutip laman Dailymail, Rabu (26/3/2014) cara kerja jam tangan ini menggunakan sensor kecil untuk mengukur sensitivitas matahari dari skor 1-11. Dan Lampu LED akan memberitahu Anda tingkat serapan sinar matahari (UV) .
"Sejumlah besar orang mungkin sadar sinar matahari menyehatkan karena paparannya sangat baik untuk tulang, tetapi tidak tahu berapa banyak yang dibutuhkan," tulis pendiri perusahaan jam unik ini, Karin Edgett.
Karin menyampaikan, UVB memberikan vitamin D dan UVA cenderung menyebabkan kerusakan kulit akibat sinar matahari. Apalagi Vitamin D sangat penting untuk mengelola kadar kalsium tubuh dan menjaga kesehatan tulang, dan juga diduga memiliki efek pada kanker payudara, arthritis dan diabetes.
Di lain pihak, Barbara Boucher yang meneliti vitamin D di Queen Mary University of London, mengatakan bahwa alat ini cukup menarik karena memiliki manfaat UVB dan sensitif terhadap sinar matahari, sehingga bisa dijadikan tanda perlindungan terhadap sengatan matahari.
Indonesia sebagai negara berkembang secara perlahan mulai bergerak maju untuk menyamakan diri dengan negara maju lainnya. Tetapi sayangnya, hal tersebut berlaku pula untuk pola penyakitnya. Bila dahulu penyakit infeksi merupakan jenis penyakit yang paling banyak terjadi di Indonesia, maka saat ini pola tersebut secara perlahan mulai berubah.
Saat ini, jumlah pasien penyakit tidak menular atau non communicable diseases seperti stroke, hipertensi, diabetes semakin meningkat dari tahun ke tahun. Ternyata penyakit tersebut, terutama diabetes tipe 2 (yang tidak tergantung insulin) juga mulai ditemukan pada anak-anak.
Hal ini disampaikan oleh Andriyanto, Amd Gizi, SH, Mkes, Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI) DPD Jawa Timur, saat memberikan arahan terkait ”Gizi Baik Kunci Keberhasilan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)” yang digelar di hotel Meritus Surabaya, hari Sabtu (25/01/2014).
Ia mengatakan, kompleksitas masalah gizi yang sampai saat ini masih diderita oleh sebagian masyarakat Indonesia terjadi bukan disebabkan oleh banyak faktor baik yang bersifat makro maupun mikro. Akibatnya, akan menjadikan masyarakat menjadi tidak sehat dan tidak cerdas dalam menaungi kehidupannya, yang pada gilirannya akan menjadi beban Pemerintah.
Dengan demikian, masalah gizi buruk dan gizi kurang bersifat multidimensi menyangkut kemiskinan, ketidaktahuan, gaya hidup, sosial budaya.
Penelitian terhadap pengaruh kekurangan gizi terhadap pencapaian kualitas sumberdaya manusia telah banyak dilakukan. Sekurangnya terdapat empat dampak negatif kekurangan gizi terhadap kualitas sumber daya manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kekurangan gizi yang terjadi sejak pada masa janin dan masa Balita akan menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik. Kekurangan gizi pada masa janin menyebabkan bayi lahir kecil atau berat lahir rendah, dan apabila kekurangan gizi berlanjut pada Balita akan mangakibatkan pendek pada usia remaja.
Anak kurang gizi terutama pendek berpengaruh pada rendahnya kemampuan kognitif, prestasi sekolah dan keberhasilan pendidikan. Anak kurang gizi pada usia dibawah 2 tahun, akan menurunkan produktivitas pada usia dewasa, sehingga menyebabkan rendahnya pendapatan. Selai itu, kekurangan gizi menurunkan daya tahan, meningkatkan kesakitan dan kematian Balita dan berkontribusi terhadap Umur Harapan Hidup.
Oleh karena itu, lanjut pria yang juga menjabat sebagai Direktur Akademi Gizi Surabaya ini, pembangunan SDM harus dimulai sejak bayi dalam kandungan sampai dengan usia dua tahun (1000 hari pertama kehidupan). Kurang gizi tidak hanya menggambarkan masalah kesehatan, tetapi lebih jauh mencerminkan kesejahteraan rakyat, termasuk pendidikan dan pendapatan.
Dalam pertemuan ahli gizi se-Jawa Timur itu, ia juga mengungkapkan bahwa saat ini kita mengalami problematika masalah gizi ganda. Prevalensi gizi kurang yang digambarkan dengan balita pendek dan kurus masih relatif tinggi, sementara masalah gizi lebih atau kegemukan pada balita dan dewasa sudah mulai meningkat.
Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 mengungkapkan bahwa pada saat ini sudah terdapat 11,9% Balita gemuk, akan tetapi kejadian gemuk dan obese pada kelompok penduduk usia diatas 18 tahun sudah mengkhawatirkan. Dari total jumlah penduduk nasional usia diatas 18 tahun, kejadian obesitas pada laki-laki mencapai 19,7 % dan pada perempuan 32,9%. Kelompok perempuan lebih berisiko menderita gemuk dan obese dibandingkan kelompok laki-laki.
Sementara itu bila dibedakan menurut tingkat pendapatan, terlihat jelas bahwa semakin tinggi pendapatan, risiko menjadi gemuk dan obese semakin besar. Namun demikian, pada kelompok termiskin, prevalensi gemuk dan obese sudah mencapai 18.2 % untuk perempuan dan 8 % untuk laki-laki. Kegemukan dan obesitas merupakan salah satu risiko utama penyakit tidak menular sebagai penyebab utama kematian di Indonesia.
Disisi lain, Jaminan Kesehatan Nasional adalah suatu jaminan yang merupakan program pemerintah untuk menjamin seluruh masyarakat terpenuhi kebutuhan dasar yang layak. Salah satu kebutuhan dasar itu adalah kesehatan dan JKN adalah programnya. JKN dikelola dengan sistem asuransi sosial. Dengan demikian, semua harus membayar iuran, kecuali yang miskin dan tidak mampu. JKN akan menjamin semua penyakit pada masyarakat, baik yang berat maupun yang ringan.
Semakin tingginya aktivitas dan tuntutan pekerjaan membuat masyarakat, terutama yang tinggal di perkotaan sulit menjalani hidup sehat. Konsumsi makanan cepat saji yang tinggi gula, garam dan minyak, waktu olahraga yang terbatas, dan stres akibat pekerjaan tidak dapat dihindari. Orang semakin termanjakan dengan teknologi yang ada sehingga menjadi malas bergerak dan kurang melakukan aktivitas fisik. Penyakit tidak menular ini, sulit untuk disembuhkan, bersifat kronis/kambuhan dan akan membutuhkan biaya perawatan dan penyembuhan yang relatif besar.
Ia menekankan bahwa peran gizi yang mengedepankan aspek promotif dan preventif akan menjadi kunci keberhasilan JKN. Gizi yang baik pada seseorang, terutama pada balita, akan membuat daya tahan tubuhnya kuat dan tidak gampang jatuh sakit. Status gizi yang terjaga baik dengan konsumsi makanan yang bergizi, seseorang akan menjaga sehatnya agar tetap sehat dan mencegah sakit. Pada akhirnya, hanya sedikit dari anggota masyarakat yang mengeluh sakit, biaya perawatan menjadi rendah, sehingga premi yang ditanggungkan ke BPJS akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Ia berharap, masyarakat dapat berperan besar dalam hal ini, karena dapat menjadi agen perubahan sekaligus pelaku dari gaya hidup yang lebih sehat. Dengan demikian akan tercipta masyarakat yang sehat dan tidak gampang jatuh sakit. Sehingga, niat tulus Pemerintah memberikan Jaminan Kesehatan kepada Masyarakat akan berjalan lebih lancar. (Ima)
- See more at: http://dinkes.surabaya.go.id/portal/index.php/artikel-kesehatan/permasalahan-gizi-buruk-bersifat-multidimensi-yang-menyangkut-kemiskinan-gaya-hidup-dan-sosial-budaya/#sthash.ejgG6QC2.dpuf
Indonesia sebagai negara berkembang secara perlahan mulai bergerak maju untuk menyamakan diri dengan negara maju lainnya. Tetapi sayangnya, hal tersebut berlaku pula untuk pola penyakitnya. Bila dahulu penyakit infeksi merupakan jenis penyakit yang paling banyak terjadi di Indonesia, maka saat ini pola tersebut secara perlahan mulai berubah.
Saat ini, jumlah pasien penyakit tidak menular atau non communicable diseases seperti stroke, hipertensi, diabetes semakin meningkat dari tahun ke tahun. Ternyata penyakit tersebut, terutama diabetes tipe 2 (yang tidak tergantung insulin) juga mulai ditemukan pada anak-anak.
Hal ini disampaikan oleh Andriyanto, Amd Gizi, SH, Mkes, Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI) DPD Jawa Timur, saat memberikan arahan terkait ”Gizi Baik Kunci Keberhasilan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)” yang digelar di hotel Meritus Surabaya, hari Sabtu (25/01/2014).
Ia mengatakan, kompleksitas masalah gizi yang sampai saat ini masih diderita oleh sebagian masyarakat Indonesia terjadi bukan disebabkan oleh banyak faktor baik yang bersifat makro maupun mikro. Akibatnya, akan menjadikan masyarakat menjadi tidak sehat dan tidak cerdas dalam menaungi kehidupannya, yang pada gilirannya akan menjadi beban Pemerintah.
Dengan demikian, masalah gizi buruk dan gizi kurang bersifat multidimensi menyangkut kemiskinan, ketidaktahuan, gaya hidup, sosial budaya.
Penelitian terhadap pengaruh kekurangan gizi terhadap pencapaian kualitas sumberdaya manusia telah banyak dilakukan. Sekurangnya terdapat empat dampak negatif kekurangan gizi terhadap kualitas sumber daya manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kekurangan gizi yang terjadi sejak pada masa janin dan masa Balita akan menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik. Kekurangan gizi pada masa janin menyebabkan bayi lahir kecil atau berat lahir rendah, dan apabila kekurangan gizi berlanjut pada Balita akan mangakibatkan pendek pada usia remaja.
Anak kurang gizi terutama pendek berpengaruh pada rendahnya kemampuan kognitif, prestasi sekolah dan keberhasilan pendidikan. Anak kurang gizi pada usia dibawah 2 tahun, akan menurunkan produktivitas pada usia dewasa, sehingga menyebabkan rendahnya pendapatan. Selai itu, kekurangan gizi menurunkan daya tahan, meningkatkan kesakitan dan kematian Balita dan berkontribusi terhadap Umur Harapan Hidup.
Oleh karena itu, lanjut pria yang juga menjabat sebagai Direktur Akademi Gizi Surabaya ini, pembangunan SDM harus dimulai sejak bayi dalam kandungan sampai dengan usia dua tahun (1000 hari pertama kehidupan). Kurang gizi tidak hanya menggambarkan masalah kesehatan, tetapi lebih jauh mencerminkan kesejahteraan rakyat, termasuk pendidikan dan pendapatan.
Dalam pertemuan ahli gizi se-Jawa Timur itu, ia juga mengungkapkan bahwa saat ini kita mengalami problematika masalah gizi ganda. Prevalensi gizi kurang yang digambarkan dengan balita pendek dan kurus masih relatif tinggi, sementara masalah gizi lebih atau kegemukan pada balita dan dewasa sudah mulai meningkat.
Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 mengungkapkan bahwa pada saat ini sudah terdapat 11,9% Balita gemuk, akan tetapi kejadian gemuk dan obese pada kelompok penduduk usia diatas 18 tahun sudah mengkhawatirkan. Dari total jumlah penduduk nasional usia diatas 18 tahun, kejadian obesitas pada laki-laki mencapai 19,7 % dan pada perempuan 32,9%. Kelompok perempuan lebih berisiko menderita gemuk dan obese dibandingkan kelompok laki-laki.
Sementara itu bila dibedakan menurut tingkat pendapatan, terlihat jelas bahwa semakin tinggi pendapatan, risiko menjadi gemuk dan obese semakin besar. Namun demikian, pada kelompok termiskin, prevalensi gemuk dan obese sudah mencapai 18.2 % untuk perempuan dan 8 % untuk laki-laki. Kegemukan dan obesitas merupakan salah satu risiko utama penyakit tidak menular sebagai penyebab utama kematian di Indonesia.
Disisi lain, Jaminan Kesehatan Nasional adalah suatu jaminan yang merupakan program pemerintah untuk menjamin seluruh masyarakat terpenuhi kebutuhan dasar yang layak. Salah satu kebutuhan dasar itu adalah kesehatan dan JKN adalah programnya. JKN dikelola dengan sistem asuransi sosial. Dengan demikian, semua harus membayar iuran, kecuali yang miskin dan tidak mampu. JKN akan menjamin semua penyakit pada masyarakat, baik yang berat maupun yang ringan.
Semakin tingginya aktivitas dan tuntutan pekerjaan membuat masyarakat, terutama yang tinggal di perkotaan sulit menjalani hidup sehat. Konsumsi makanan cepat saji yang tinggi gula, garam dan minyak, waktu olahraga yang terbatas, dan stres akibat pekerjaan tidak dapat dihindari. Orang semakin termanjakan dengan teknologi yang ada sehingga menjadi malas bergerak dan kurang melakukan aktivitas fisik. Penyakit tidak menular ini, sulit untuk disembuhkan, bersifat kronis/kambuhan dan akan membutuhkan biaya perawatan dan penyembuhan yang relatif besar.
Ia menekankan bahwa peran gizi yang mengedepankan aspek promotif dan preventif akan menjadi kunci keberhasilan JKN. Gizi yang baik pada seseorang, terutama pada balita, akan membuat daya tahan tubuhnya kuat dan tidak gampang jatuh sakit. Status gizi yang terjaga baik dengan konsumsi makanan yang bergizi, seseorang akan menjaga sehatnya agar tetap sehat dan mencegah sakit. Pada akhirnya, hanya sedikit dari anggota masyarakat yang mengeluh sakit, biaya perawatan menjadi rendah, sehingga premi yang ditanggungkan ke BPJS akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Ia berharap, masyarakat dapat berperan besar dalam hal ini, karena dapat menjadi agen perubahan sekaligus pelaku dari gaya hidup yang lebih sehat. Dengan demikian akan tercipta masyarakat yang sehat dan tidak gampang jatuh sakit. Sehingga, niat tulus Pemerintah memberikan Jaminan Kesehatan kepada Masyarakat akan berjalan lebih lancar. (Ima)
- See more at: http://dinkes.surabaya.go.id/portal/index.php/artikel-kesehatan/permasalahan-gizi-buruk-bersifat-multidimensi-yang-menyangkut-kemiskinan-gaya-hidup-dan-sosial-budaya/#sthash.ejgG6QC2.dpuf
Indonesia sebagai negara berkembang secara perlahan mulai bergerak maju untuk menyamakan diri dengan negara maju lainnya. Tetapi sayangnya, hal tersebut berlaku pula untuk pola penyakitnya. Bila dahulu penyakit infeksi merupakan jenis penyakit yang paling banyak terjadi di Indonesia, maka saat ini pola tersebut secara perlahan mulai berubah.
Saat ini, jumlah pasien penyakit tidak menular atau non communicable diseases seperti stroke, hipertensi, diabetes semakin meningkat dari tahun ke tahun. Ternyata penyakit tersebut, terutama diabetes tipe 2 (yang tidak tergantung insulin) juga mulai ditemukan pada anak-anak.
Hal ini disampaikan oleh Andriyanto, Amd Gizi, SH, Mkes, Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI) DPD Jawa Timur, saat memberikan arahan terkait ”Gizi Baik Kunci Keberhasilan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)” yang digelar di hotel Meritus Surabaya, hari Sabtu (25/01/2014).
Ia mengatakan, kompleksitas masalah gizi yang sampai saat ini masih diderita oleh sebagian masyarakat Indonesia terjadi bukan disebabkan oleh banyak faktor baik yang bersifat makro maupun mikro. Akibatnya, akan menjadikan masyarakat menjadi tidak sehat dan tidak cerdas dalam menaungi kehidupannya, yang pada gilirannya akan menjadi beban Pemerintah.
Dengan demikian, masalah gizi buruk dan gizi kurang bersifat multidimensi menyangkut kemiskinan, ketidaktahuan, gaya hidup, sosial budaya.
Penelitian terhadap pengaruh kekurangan gizi terhadap pencapaian kualitas sumberdaya manusia telah banyak dilakukan. Sekurangnya terdapat empat dampak negatif kekurangan gizi terhadap kualitas sumber daya manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kekurangan gizi yang terjadi sejak pada masa janin dan masa Balita akan menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik. Kekurangan gizi pada masa janin menyebabkan bayi lahir kecil atau berat lahir rendah, dan apabila kekurangan gizi berlanjut pada Balita akan mangakibatkan pendek pada usia remaja.
Anak kurang gizi terutama pendek berpengaruh pada rendahnya kemampuan kognitif, prestasi sekolah dan keberhasilan pendidikan. Anak kurang gizi pada usia dibawah 2 tahun, akan menurunkan produktivitas pada usia dewasa, sehingga menyebabkan rendahnya pendapatan. Selai itu, kekurangan gizi menurunkan daya tahan, meningkatkan kesakitan dan kematian Balita dan berkontribusi terhadap Umur Harapan Hidup.
Oleh karena itu, lanjut pria yang juga menjabat sebagai Direktur Akademi Gizi Surabaya ini, pembangunan SDM harus dimulai sejak bayi dalam kandungan sampai dengan usia dua tahun (1000 hari pertama kehidupan). Kurang gizi tidak hanya menggambarkan masalah kesehatan, tetapi lebih jauh mencerminkan kesejahteraan rakyat, termasuk pendidikan dan pendapatan.
Dalam pertemuan ahli gizi se-Jawa Timur itu, ia juga mengungkapkan bahwa saat ini kita mengalami problematika masalah gizi ganda. Prevalensi gizi kurang yang digambarkan dengan balita pendek dan kurus masih relatif tinggi, sementara masalah gizi lebih atau kegemukan pada balita dan dewasa sudah mulai meningkat.
Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 mengungkapkan bahwa pada saat ini sudah terdapat 11,9% Balita gemuk, akan tetapi kejadian gemuk dan obese pada kelompok penduduk usia diatas 18 tahun sudah mengkhawatirkan. Dari total jumlah penduduk nasional usia diatas 18 tahun, kejadian obesitas pada laki-laki mencapai 19,7 % dan pada perempuan 32,9%. Kelompok perempuan lebih berisiko menderita gemuk dan obese dibandingkan kelompok laki-laki.
Sementara itu bila dibedakan menurut tingkat pendapatan, terlihat jelas bahwa semakin tinggi pendapatan, risiko menjadi gemuk dan obese semakin besar. Namun demikian, pada kelompok termiskin, prevalensi gemuk dan obese sudah mencapai 18.2 % untuk perempuan dan 8 % untuk laki-laki. Kegemukan dan obesitas merupakan salah satu risiko utama penyakit tidak menular sebagai penyebab utama kematian di Indonesia.
Disisi lain, Jaminan Kesehatan Nasional adalah suatu jaminan yang merupakan program pemerintah untuk menjamin seluruh masyarakat terpenuhi kebutuhan dasar yang layak. Salah satu kebutuhan dasar itu adalah kesehatan dan JKN adalah programnya. JKN dikelola dengan sistem asuransi sosial. Dengan demikian, semua harus membayar iuran, kecuali yang miskin dan tidak mampu. JKN akan menjamin semua penyakit pada masyarakat, baik yang berat maupun yang ringan.
Semakin tingginya aktivitas dan tuntutan pekerjaan membuat masyarakat, terutama yang tinggal di perkotaan sulit menjalani hidup sehat. Konsumsi makanan cepat saji yang tinggi gula, garam dan minyak, waktu olahraga yang terbatas, dan stres akibat pekerjaan tidak dapat dihindari. Orang semakin termanjakan dengan teknologi yang ada sehingga menjadi malas bergerak dan kurang melakukan aktivitas fisik. Penyakit tidak menular ini, sulit untuk disembuhkan, bersifat kronis/kambuhan dan akan membutuhkan biaya perawatan dan penyembuhan yang relatif besar.
Ia menekankan bahwa peran gizi yang mengedepankan aspek promotif dan preventif akan menjadi kunci keberhasilan JKN. Gizi yang baik pada seseorang, terutama pada balita, akan membuat daya tahan tubuhnya kuat dan tidak gampang jatuh sakit. Status gizi yang terjaga baik dengan konsumsi makanan yang bergizi, seseorang akan menjaga sehatnya agar tetap sehat dan mencegah sakit. Pada akhirnya, hanya sedikit dari anggota masyarakat yang mengeluh sakit, biaya perawatan menjadi rendah, sehingga premi yang ditanggungkan ke BPJS akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Ia berharap, masyarakat dapat berperan besar dalam hal ini, karena dapat menjadi agen perubahan sekaligus pelaku dari gaya hidup yang lebih sehat. Dengan demikian akan tercipta masyarakat yang sehat dan tidak gampang jatuh sakit. Sehingga, niat tulus Pemerintah memberikan Jaminan Kesehatan kepada Masyarakat akan berjalan lebih lancar. (Ima)
- See more at: http://dinkes.surabaya.go.id/portal/index.php/artikel-kesehatan/permasalahan-gizi-buruk-bersifat-multidimensi-yang-menyangkut-kemiskinan-gaya-hidup-dan-sosial-budaya/#sthash.ejgG6QC2.dpuf
Indonesia sebagai negara berkembang secara perlahan mulai bergerak maju untuk menyamakan diri dengan negara maju lainnya. Tetapi sayangnya, hal tersebut berlaku pula untuk pola penyakitnya. Bila dahulu penyakit infeksi merupakan jenis penyakit yang paling banyak terjadi di Indonesia, maka saat ini pola tersebut secara perlahan mulai berubah.
Saat ini, jumlah pasien penyakit tidak menular atau non communicable diseases seperti stroke, hipertensi, diabetes semakin meningkat dari tahun ke tahun. Ternyata penyakit tersebut, terutama diabetes tipe 2 (yang tidak tergantung insulin) juga mulai ditemukan pada anak-anak.
Hal ini disampaikan oleh Andriyanto, Amd Gizi, SH, Mkes, Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI) DPD Jawa Timur, saat memberikan arahan terkait ”Gizi Baik Kunci Keberhasilan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)” yang digelar di hotel Meritus Surabaya, hari Sabtu (25/01/2014).
Ia mengatakan, kompleksitas masalah gizi yang sampai saat ini masih diderita oleh sebagian masyarakat Indonesia terjadi bukan disebabkan oleh banyak faktor baik yang bersifat makro maupun mikro. Akibatnya, akan menjadikan masyarakat menjadi tidak sehat dan tidak cerdas dalam menaungi kehidupannya, yang pada gilirannya akan menjadi beban Pemerintah.
Dengan demikian, masalah gizi buruk dan gizi kurang bersifat multidimensi menyangkut kemiskinan, ketidaktahuan, gaya hidup, sosial budaya.
Penelitian terhadap pengaruh kekurangan gizi terhadap pencapaian kualitas sumberdaya manusia telah banyak dilakukan. Sekurangnya terdapat empat dampak negatif kekurangan gizi terhadap kualitas sumber daya manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kekurangan gizi yang terjadi sejak pada masa janin dan masa Balita akan menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik. Kekurangan gizi pada masa janin menyebabkan bayi lahir kecil atau berat lahir rendah, dan apabila kekurangan gizi berlanjut pada Balita akan mangakibatkan pendek pada usia remaja.
Anak kurang gizi terutama pendek berpengaruh pada rendahnya kemampuan kognitif, prestasi sekolah dan keberhasilan pendidikan. Anak kurang gizi pada usia dibawah 2 tahun, akan menurunkan produktivitas pada usia dewasa, sehingga menyebabkan rendahnya pendapatan. Selai itu, kekurangan gizi menurunkan daya tahan, meningkatkan kesakitan dan kematian Balita dan berkontribusi terhadap Umur Harapan Hidup.
Oleh karena itu, lanjut pria yang juga menjabat sebagai Direktur Akademi Gizi Surabaya ini, pembangunan SDM harus dimulai sejak bayi dalam kandungan sampai dengan usia dua tahun (1000 hari pertama kehidupan). Kurang gizi tidak hanya menggambarkan masalah kesehatan, tetapi lebih jauh mencerminkan kesejahteraan rakyat, termasuk pendidikan dan pendapatan.
Dalam pertemuan ahli gizi se-Jawa Timur itu, ia juga mengungkapkan bahwa saat ini kita mengalami problematika masalah gizi ganda. Prevalensi gizi kurang yang digambarkan dengan balita pendek dan kurus masih relatif tinggi, sementara masalah gizi lebih atau kegemukan pada balita dan dewasa sudah mulai meningkat.
Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 mengungkapkan bahwa pada saat ini sudah terdapat 11,9% Balita gemuk, akan tetapi kejadian gemuk dan obese pada kelompok penduduk usia diatas 18 tahun sudah mengkhawatirkan. Dari total jumlah penduduk nasional usia diatas 18 tahun, kejadian obesitas pada laki-laki mencapai 19,7 % dan pada perempuan 32,9%. Kelompok perempuan lebih berisiko menderita gemuk dan obese dibandingkan kelompok laki-laki.
Sementara itu bila dibedakan menurut tingkat pendapatan, terlihat jelas bahwa semakin tinggi pendapatan, risiko menjadi gemuk dan obese semakin besar. Namun demikian, pada kelompok termiskin, prevalensi gemuk dan obese sudah mencapai 18.2 % untuk perempuan dan 8 % untuk laki-laki. Kegemukan dan obesitas merupakan salah satu risiko utama penyakit tidak menular sebagai penyebab utama kematian di Indonesia.
Disisi lain, Jaminan Kesehatan Nasional adalah suatu jaminan yang merupakan program pemerintah untuk menjamin seluruh masyarakat terpenuhi kebutuhan dasar yang layak. Salah satu kebutuhan dasar itu adalah kesehatan dan JKN adalah programnya. JKN dikelola dengan sistem asuransi sosial. Dengan demikian, semua harus membayar iuran, kecuali yang miskin dan tidak mampu. JKN akan menjamin semua penyakit pada masyarakat, baik yang berat maupun yang ringan.
Semakin tingginya aktivitas dan tuntutan pekerjaan membuat masyarakat, terutama yang tinggal di perkotaan sulit menjalani hidup sehat. Konsumsi makanan cepat saji yang tinggi gula, garam dan minyak, waktu olahraga yang terbatas, dan stres akibat pekerjaan tidak dapat dihindari. Orang semakin termanjakan dengan teknologi yang ada sehingga menjadi malas bergerak dan kurang melakukan aktivitas fisik. Penyakit tidak menular ini, sulit untuk disembuhkan, bersifat kronis/kambuhan dan akan membutuhkan biaya perawatan dan penyembuhan yang relatif besar.
Ia menekankan bahwa peran gizi yang mengedepankan aspek promotif dan preventif akan menjadi kunci keberhasilan JKN. Gizi yang baik pada seseorang, terutama pada balita, akan membuat daya tahan tubuhnya kuat dan tidak gampang jatuh sakit. Status gizi yang terjaga baik dengan konsumsi makanan yang bergizi, seseorang akan menjaga sehatnya agar tetap sehat dan mencegah sakit. Pada akhirnya, hanya sedikit dari anggota masyarakat yang mengeluh sakit, biaya perawatan menjadi rendah, sehingga premi yang ditanggungkan ke BPJS akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Ia berharap, masyarakat dapat berperan besar dalam hal ini, karena dapat menjadi agen perubahan sekaligus pelaku dari gaya hidup yang lebih sehat. Dengan demikian akan tercipta masyarakat yang sehat dan tidak gampang jatuh sakit. Sehingga, niat tulus Pemerintah memberikan Jaminan Kesehatan kepada Masyarakat akan berjalan lebih lancar. (Ima)
- See more at: http://dinkes.surabaya.go.id/portal/index.php/artikel-kesehatan/permasalahan-gizi-buruk-bersifat-multidimensi-yang-menyangkut-kemiskinan-gaya-hidup-dan-sosial-budaya/#sthash.ejgG6QC2.dpuf
Indonesia sebagai negara berkembang secara perlahan mulai bergerak maju untuk menyamakan diri dengan negara maju lainnya. Tetapi sayangnya, hal tersebut berlaku pula untuk pola penyakitnya. Bila dahulu penyakit infeksi merupakan jenis penyakit yang paling banyak terjadi di Indonesia, maka saat ini pola tersebut secara perlahan mulai berubah.
Saat ini, jumlah pasien penyakit tidak menular atau non communicable diseases seperti stroke, hipertensi, diabetes semakin meningkat dari tahun ke tahun. Ternyata penyakit tersebut, terutama diabetes tipe 2 (yang tidak tergantung insulin) juga mulai ditemukan pada anak-anak.
Hal ini disampaikan oleh Andriyanto, Amd Gizi, SH, Mkes, Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI) DPD Jawa Timur, saat memberikan arahan terkait ”Gizi Baik Kunci Keberhasilan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)” yang digelar di hotel Meritus Surabaya, hari Sabtu (25/01/2014).
Ia mengatakan, kompleksitas masalah gizi yang sampai saat ini masih diderita oleh sebagian masyarakat Indonesia terjadi bukan disebabkan oleh banyak faktor baik yang bersifat makro maupun mikro. Akibatnya, akan menjadikan masyarakat menjadi tidak sehat dan tidak cerdas dalam menaungi kehidupannya, yang pada gilirannya akan menjadi beban Pemerintah.
Dengan demikian, masalah gizi buruk dan gizi kurang bersifat multidimensi menyangkut kemiskinan, ketidaktahuan, gaya hidup, sosial budaya.
Penelitian terhadap pengaruh kekurangan gizi terhadap pencapaian kualitas sumberdaya manusia telah banyak dilakukan. Sekurangnya terdapat empat dampak negatif kekurangan gizi terhadap kualitas sumber daya manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kekurangan gizi yang terjadi sejak pada masa janin dan masa Balita akan menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik. Kekurangan gizi pada masa janin menyebabkan bayi lahir kecil atau berat lahir rendah, dan apabila kekurangan gizi berlanjut pada Balita akan mangakibatkan pendek pada usia remaja.
Anak kurang gizi terutama pendek berpengaruh pada rendahnya kemampuan kognitif, prestasi sekolah dan keberhasilan pendidikan. Anak kurang gizi pada usia dibawah 2 tahun, akan menurunkan produktivitas pada usia dewasa, sehingga menyebabkan rendahnya pendapatan. Selai itu, kekurangan gizi menurunkan daya tahan, meningkatkan kesakitan dan kematian Balita dan berkontribusi terhadap Umur Harapan Hidup.
Oleh karena itu, lanjut pria yang juga menjabat sebagai Direktur Akademi Gizi Surabaya ini, pembangunan SDM harus dimulai sejak bayi dalam kandungan sampai dengan usia dua tahun (1000 hari pertama kehidupan). Kurang gizi tidak hanya menggambarkan masalah kesehatan, tetapi lebih jauh mencerminkan kesejahteraan rakyat, termasuk pendidikan dan pendapatan.
Dalam pertemuan ahli gizi se-Jawa Timur itu, ia juga mengungkapkan bahwa saat ini kita mengalami problematika masalah gizi ganda. Prevalensi gizi kurang yang digambarkan dengan balita pendek dan kurus masih relatif tinggi, sementara masalah gizi lebih atau kegemukan pada balita dan dewasa sudah mulai meningkat.
Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 mengungkapkan bahwa pada saat ini sudah terdapat 11,9% Balita gemuk, akan tetapi kejadian gemuk dan obese pada kelompok penduduk usia diatas 18 tahun sudah mengkhawatirkan. Dari total jumlah penduduk nasional usia diatas 18 tahun, kejadian obesitas pada laki-laki mencapai 19,7 % dan pada perempuan 32,9%. Kelompok perempuan lebih berisiko menderita gemuk dan obese dibandingkan kelompok laki-laki.
Sementara itu bila dibedakan menurut tingkat pendapatan, terlihat jelas bahwa semakin tinggi pendapatan, risiko menjadi gemuk dan obese semakin besar. Namun demikian, pada kelompok termiskin, prevalensi gemuk dan obese sudah mencapai 18.2 % untuk perempuan dan 8 % untuk laki-laki. Kegemukan dan obesitas merupakan salah satu risiko utama penyakit tidak menular sebagai penyebab utama kematian di Indonesia.
Disisi lain, Jaminan Kesehatan Nasional adalah suatu jaminan yang merupakan program pemerintah untuk menjamin seluruh masyarakat terpenuhi kebutuhan dasar yang layak. Salah satu kebutuhan dasar itu adalah kesehatan dan JKN adalah programnya. JKN dikelola dengan sistem asuransi sosial. Dengan demikian, semua harus membayar iuran, kecuali yang miskin dan tidak mampu. JKN akan menjamin semua penyakit pada masyarakat, baik yang berat maupun yang ringan.
Semakin tingginya aktivitas dan tuntutan pekerjaan membuat masyarakat, terutama yang tinggal di perkotaan sulit menjalani hidup sehat. Konsumsi makanan cepat saji yang tinggi gula, garam dan minyak, waktu olahraga yang terbatas, dan stres akibat pekerjaan tidak dapat dihindari. Orang semakin termanjakan dengan teknologi yang ada sehingga menjadi malas bergerak dan kurang melakukan aktivitas fisik. Penyakit tidak menular ini, sulit untuk disembuhkan, bersifat kronis/kambuhan dan akan membutuhkan biaya perawatan dan penyembuhan yang relatif besar.
Ia menekankan bahwa peran gizi yang mengedepankan aspek promotif dan preventif akan menjadi kunci keberhasilan JKN. Gizi yang baik pada seseorang, terutama pada balita, akan membuat daya tahan tubuhnya kuat dan tidak gampang jatuh sakit. Status gizi yang terjaga baik dengan konsumsi makanan yang bergizi, seseorang akan menjaga sehatnya agar tetap sehat dan mencegah sakit. Pada akhirnya, hanya sedikit dari anggota masyarakat yang mengeluh sakit, biaya perawatan menjadi rendah, sehingga premi yang ditanggungkan ke BPJS akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Ia berharap, masyarakat dapat berperan besar dalam hal ini, karena dapat menjadi agen perubahan sekaligus pelaku dari gaya hidup yang lebih sehat. Dengan demikian akan tercipta masyarakat yang sehat dan tidak gampang jatuh sakit. Sehingga, niat tulus Pemerintah memberikan Jaminan Kesehatan kepada Masyarakat akan berjalan lebih lancar. (Ima)
- See more at: http://dinkes.surabaya.go.id/portal/index.php/artikel-kesehatan/permasalahan-gizi-buruk-bersifat-multidimensi-yang-menyangkut-kemiskinan-gaya-hidup-dan-sosial-budaya/#sthash.ejgG6QC2.dpuf

vertigo

2 Desember 2005 hari itu aku telat makan tapi kok tidak terasa lapar sampai pada malam hari sekitar 18:30 aku pesan sate ayam disebelah rumah yang baru buka, dengan lahapnya aku menyantap sate ayam, karena memang perut mulai terasa laparnya. setelah setengah jam makan , kemudian aku merasakan dunia ini terasa berputar ada sensasi seperti naik ayunan, oh tidak !! ada apa dengan kepalaku?! apakah satenya beracun?! pikirku dalam hati. Rasa berputar itu terus semakin dahsyat sampai sampai waktu aku merebahkan kepalaku dibantal Dunia ini terasa akan berbalik, merem ataupun melek sama saja, aku tetap merasakan sensasi berputar tersebut dan semakin dahsyat.
Malam terus semakin pekat keheningan malam melelapkan istriku yang terlihat tidur nyenyak. sedangkan aku malam itu terus bergelut dengan kepalaku sendiri, sampai aku tidak tahan, istriku terbangun karena geliatku ditempat tidur. istriku mencari tahu apa yang terjadi namun ia tidak dapat berbuat banyak ia hanya dapat melihat aku yang terus bergumul dengan kepalaku, aku terus mencoba menenangkan kepalaku dengan mengatur posisi nya, namun bila salah posisi maka sensasi berputar itu akan datang lagi disertai bonus nya yaitu muntah muntah.
Sungguh ini membuat tubuhku lemas. Sensasi berputar yang hebat disertai rasa mengantuk dan lemas serta keringat dingin yang disebabkan dari muntah muntah cukuplah sudah membuatku menderita dimalam itu.

Aku lihat jam mulai menunjukan pukul enam pagi hati ku mulai terasa agak tenang karena kupikir bila pagi hari banyak orang yang bisa dimintai tolong untuk sakitku ini. aku mencoba mencari tahu apa penyebab ini semua. Karena pagi hari aku merasakan berat sekali punggung dan leherku dan rasa sensasi itu tetap juga tidak hilang dari kepalaku, aku putuskan pagi itu aku pergi kerumah sakit, dengan ditemani istriku yang sudah Hamil tua 8 bulan an beserta adik iparku kami berangkat ke rumah sakit. namum karena hari masih pagi kira kira pukul tujuh maka kami diterima diruang gawat darurat. Didalam ruangan aku diperiksa oleh dokter jaga dan dokter jaga mengatakan aku harus ditangani oleh dokter syaraf. aku pikir pikir OH Tuhan kenapa dengan sarafku??? apakah ini tanda awal orang menjadi SARAF?? (Gila) tidak seperti dugaan ku saraf tidak berkonotasi orang gila namun saraf di bahasa kedokteran adalah suatu respon yang berhubungan dengan pusat kendali tubuh yaitu otak manusia.

Pukul Sembilan dokter spesialis syaraf datang, ada perasaan lega dihatiku walaupun sampai saat itu juga aku tidak berani ambil posisi berbaring terlentang, sungguh aku takut dengan sensasi komedi putar GRATIS tersebut. Dokter terus mengecek saya, Mata, Telinga, terus juga ada beberapa pertanyaan dari sang dokter yang terus sang dokter menyimpulkan bahwa saya terkena Gejala VERTIGO Posision, Kenapa ini disebut Gejala dan bukan PENYAKIT???
Ya sama seperti "Demam" , Vertigo juga adalah suatu Gejala awal dari penyakit yang akan datang dokter mencontoh kan penyakit stroke misalnya.

Karena muntah ku juga sudah tidak terhitung banyaknya dari malam sampai pagi sehingga aku pun dehidrasi ( kekurangan cairan) akhirnya aku bersedia untuk di opname dirumah sakit .
Pagi itu juga saya diberikan obat di dalam ruangan kamar saya, selang infus yang menempel mensuplay energi ke tubuh,akibat muntah muntah tersebut tubuh saya terasa lemas sekali. obatnya pun bekerja sangat baik sekali, siang itu saya sudah dapat tersenyum lebar dan puas sekali dengan kinerja sang dokter. Dan atas saran nya pula saya tidak diinapkan dirumah sakit saya diperbolehkan pulang dan mengkonsumsi obat yang dokter berikan.
Dokter juga menjelaskan bahwa Vertigo saya pasti suatu waktu akan kambuh lagi dalam beberapa kasus ada yang hanya satu kali seumur hidupnya namun juga ada yang berulang ulang ritmenya bisa 2 kali setahun 2 bulan sekali dengan rentang sensasi yang dirasakan bisa berjam jam atau juga cuma dalam beberapa menit.
OH My God.. sungguh aku kapok bila mengingat akan sensasi tersebut. Saat ini (tahun 2009) sewaktu aku menuliskan ini semua di Blog ku ini Gejala Vertigo ini sudah bersamaku kurang lebih 4 tahun. dalam tahun tahun sebelumnya gejala vertigo sering kambuh namun tidak sedahsyat yang pertama, Saat bulan April 2009 aku kembali dikejutkan oleh sensasi yang sama seperti awal aku terserang gejala vertigo (2005) NAMUN SAAT INI aku lebih mampu menghadapinya dengan lebih tenang dan terus mencari solusinya.

Beberapa tip untuk menagatasi VERTIGO :
Hadapi dengan tenang sewaktu gejala ini menyerang. terutama bila anda sedangberkendaraan. dan anda menjadi supir atau pengemudinya. pinggirkan kendaraan andadan atur pernapasan anda, sampai sensasai itu benar benar dirasakan berkurang baruanda melanjutkan perjalanan anda.
Segera cari air putih dan konsumsi sebanyak anda bisa, ini atas saran dari beberapateman yang pernah mengalaminya juga.
VERTIGO Terjadi karena ada sebabnya juga coba cari tahu, kalau dikarenakan terlalu banyak chating hingga sampai pagi (begadang) ya kita mesti hindari, atau dikarenakan terlalu banyak makan sea food sehingga kolesterol naik ya kita mesti tahu apa penyebabnya.
Ada beberapa obat yang diberikan dari dokter kepada saya

MERTIGO 2 x 1 hari
BENOCETAM 1200 mg 2 x 1 h
TEBOKAN 40 mg 3 x 1 h
FREGO Flunarizine 1x 1 h

Namun saran saya anda pergi konsultasi ke dokter terlebih dahulu karena beberapa kasus berbeda dosis serta penanganannya.

Alternatif berikutnya adalah dengan melakukan "Gerakan Manuver" gerakan ini untuk mengeser butiran kristal yang katanya tersumbat dirumah siput atau labirin yang ada didalam gendang telinga bagian dalam.(Klik disini untuk download gerakan manuver)

Semoga dari pengalaman saya ini dapat membantu bagi anda yang terkena serangan vertigo juga. salam saya "ON"

Karena Tinggi nya trafik untuk Halaman ini maka saya menambahkan artikel untuk pengobatan Penyakit Vertigo 
Berikut ini Salah satu Obat tradisional untuk vertigo, semoga membantu :
Berbagai tanaman obat tradisional, termasuk kayu manis (Cinnamoman burmani)
Kayu manis merupakan rempah-rempah dalam bentuk kulit kayu yang biasa dimanfaatkan sebagai penambah cita rasa masakan dan pembuatan kue, sejak dulu ia dikenal punya berbagai khasiat. Kayu manis juga saat ini sudah menjadi bagian dari bahan baku dalam industri jamu dan kecantikan.Sifat kimia dari kayu manis ialah hangat, pedas, wangi, dan sedikit manis. Sementara itu, kandungan kimianya antara lain minyak atsiri, safrole, sinamadehide, eugenol, tanin, damar, kalsium oksanat, dan zat penyamak.Biasanya, rasa dan aroma kayu manis bubuk lebih tajam dibandingkan kayu manis batangan. Akan tetapi, kayu manis bubuk tidak dapat bertahan lama karena kayu manis bubuk mudah rusak dan aroma kayu manis akan hambar.

Khasiat
Kayu manis berkhasiat untuk obat asam urat, tekanan darah tinggi, maag, tidak nafsu makan, sakit kepala (Vertigo), masuk angin, diare, perut kembung, muntah-muntah, gernia, susah buang air besar, asma, sariawan, sakit kencing, dan lain-lain.

Cara meramu resep I
Untuk vertigo, 1 jari kayu manis, 10 gram asam trengguli, 60 gram rambut jagung, dan 30 gram daun seledri, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc. Airnya disaring dan dinimum selagi hangat.

Resep II
Kayu manis seibu jari manis, 15 gram jahe merah, 5 gram biji pala, 5 butir kapulaga, 5 butir cengkih, dan 4 lembar daun sosor bebek. Rebuslah ramuan tersebut dengan 600 cc air hingga airnya tersisa 300 cc. Setelah itu, air rebusan disaring dan diminum.

Memang, jika dibandingkan obat-obat kimia modern, obat tradisional diyakini relatif aman. Kayu manis Indonesia atau Kayu manis China (beli di toko obat) sama khasiatnya. Untuk kayu manis china, dapat langsung diseduh dan diminum.





--)000(--


 TIP Sharing PENYAKIT VERTIGO
Udah beberapa hari ini aku nggak ngantor, tepatnya mulai hari Jumat kemaren. Jadi ceritanya Jumat pagi pas bangun tidur, tiba-tiba kok kepalaku rasanya muter-muter, pandangan juga muter-muter, trus rasa mual dan pusing langsung nyerang. Langsung aja merem lagi dan atur napas pelan-pelan supaya agak rileks dan nggak muntah.

Kondisi kayak gitu aku rasain cuma bentar sih, yaa sekitar 2 menit aja.. Tapi efeknya manteb banget! Sampe aku nggak bisa bangun dari kasur, bahkan untuk ngambil henpon aja susaaahh banget. Ya udah, akhirnya aku lanjutin tidur deh, dan tau-tau udah jam 9 pagi.. Telat deh, padahal ada jadwal meeting abis Jumatan.

Nah, pas mau ngambil henpon buat ngabari kantor kalo hari itu nggak bisa masuk, tiba-tiba sensasi yang aku rasain tadi pagi tu berulang lagi, untungnya henpon udah bisa keambil jadinya agak lega karena ada alat komunikasi yang bisa diandalin walopun kepala ini nggak bisa diajak kompromi.

Sambil merem, aku sms Nyak-kuh (lho? kenapa bukan kantor?) Hehehehe… Isinya kangen.. eh minta tolong.. SOS lah.. Dan jam 11 siang dia udah sampe dirumah. Legaaa…. Awalnya cuma dikira sakit pusing biasa aja, makanya nggak dibawa ke dokter. Tapi semakin lama dan malem kok semakin menjadi-jadi. Makan apa-apa jadi nggak doyan, akhirnya hari Sabtu aku tumbang lagi dan langsung dibawa ke dokter. Sampai dokter aku divonis VERTIGO.

Apa itu Vertigo? Menurut Wikipedia Indonesia, Vertigo (sering juga disebut pusing berputar, atau pusing tujuh keliling) adalah kondisi di mana sesorang merasa pusing disertai berputar atau lingkungan terasa berputar walaupun badan orang tersebut sedang tidak bergerak.

Ada yang bilang juga kalo Vertigo itu gejala awal dari Stroke dan penyakit ini nggak bisa disembuhin. Wah, serem banget.. Sama dokter dibilangin kalo aku itu terlalu lelah dan stres. Hmmm.. kalo lelah sih iya, tapi kalo stres? Mungkin nggak sadar kalo stres ya? hihihi.. Jadi aku nggak boleh lama-lama di depan komputer dan perbanyak tidur supaya Vertigonya nggak kumat. Selain itu dikasih obat, kalo ga salah namanya Vertisile (lupa!), dan sekarang udah agak mendingan.

Trus dapet tips yang cukup baik dari Kaskus untuk mencegah gejala Vertigo, antara lain :

    * Tidurlah dengan posisi kepala yang agak tinggi
    * Bangunlah secara perlahan dan duduk terlebih dahulu sebelum kita berdiri dari tempat tidur
    * Hindari posisi membungkuk bila mengangkat barang
    * Hindari posisi mendongakkan kepala, misalnya untuk mengambil suatu benda dari ketinggian
    * Gerakkan kepala secara hati-hati jika kepala kita dalam posisi datar (horisontal) atau bila leher dalam posisi mendongak.

Hmmm… jadi intinya adalah.. istirahat yang cukup, minimal seimbang dengan pekerjaan yang dilakukan. Jangan terlalu memaksakan diri untuk bekerja, karena tubuh itu bukan mesin yang bisa dipaksa untuk selalu bekerja.


--)000(--

LEBIH JAUH TENTANG VERTIGO
Vertigo adalah keadaan pusing yang dirasakan luar biasa. Seorang yang menderita vertigo perasaannya seolah-olah dunia sekeliling berputar (vertigo objektif) atau penderita sendiri merasa berputar dalam ruangan (vertigo subjektif). Bagi masyarakat awam vertigo disebut juga sebagai tujuh keliling.

Perasaan pusing ini selain disertai rasa berputar kadang-kadang disertai mual dan muntah. Bila gangguan ini berat, penderita bahkan tak mampu berdiri atau bahkan terjatuh. Hal ini biasanya disebabkan oleh gangguan keseimbangan. Vertigo bisa berlangsung hanya beberapa saat atau bisa berlanjut sampai beberapa jam bahkan hari. Penderita kadang merasa lebih baik jika berbaring diam, tetapi vertigo bisa terus berlanjut meskipun penderita tidak bergerak sama sekali.

Menurut dr Hendra Pranata, SpS dari Nusantara Medical Center, pada dasarnya keseimbangan tubuh dikendalikan oleh otak kecil yang mendapat informasi mengenai posisi tubuh dari organ keseimbangan di telinga tengah dan mata. Vertigo biasanya timbul akibat gangguan telinga tengah dan dalam atau gangguan penglihatan.

Gangguan pada otak kecil yang mengakibatkan vertigo jarang sekali ditemukan. Namun, pasokan oksigen ke otak yang kurang dapat pula menjadi penyebab. Beberapa jenis obat, seperti kina, streptomisin, dan salisilat, diketahui dapat menimbulkan radang kronis telinga dalam. Keadaan ini juga dapat menimbulkan vertigo.

Gangguan ini diatasi dengan menangani penyebabnya. Biasanya pemberian vitamin B12, B1, antihistamin, diuretika, dan pembatasan konsumsi garam dapat mengurangi keluhan.

Ada beberapa jenis vertigo berdasarkan penyebabnya. Vertigo epileptica yaitu pusing yang mengiringi atau terjadi sesudah serangan ayan, vertigo laryngea yaitu pusing karena serangan batuk, vertigo nocturna yaitu rasa seolah-olah akan terjatuh pada permulaan tidur, vertigo ocularis yaitu pusing karena penyakit mata khususnya karena kelumpuhan atau ketidakseimbangan kegiatan otot-otot bola mata, vertigo rotatoria yaitu pusing seolah-olah semua di sekitar badan berputar-putar.

Benign Paroxysmal Positional Vertigo merupakan penyakit yang sering ditemukan, di mana vertigo terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang dari 1 menit. Perubahan posisi kepala (biasanya terjadi ketika penderita berbaring, bangun, berguling di atas tempat tidur atau menoleh ke belakang) biasanya memicu terjadinya vertigo ini.

Penyakit ini tampaknya disebabkan oleh adanya endapan kalsium di dalam salah satu kanalis semisirkularis di dalam telinga bagian dalam. Vertigo jenis ini mengerikan, tetapi tidak berbahaya dan biasanya menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan. Tidak disertai hilangnya pendengaran maupun telinga berdenging.

Penyebab vertigo

Keadaan lingkungan, motion sickness (mabuk darat, mabuk laut) obat-obatan, alkohol, gentamisin, kelainan sirkulasi Transient ischemic attack (gangguan fungsi otak sementara karena berkurangnya aliran darah ke salah satu bagian otak) pada arteri vertebral dan arteri basiler.

Terkadang vertigo juga merupakan salah satu gejala awal terjadinya stroke ringan, sebagai akibat pecahnya pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi (hipertensi). Biasanya vertigo yang diakibatkan oleh kurangnya oksigen ke otak ini akan disertai dengan mual dan muntah-muntah.

Untuk mencegah terjadinya dampak yang lebih berat akibat serangan stroke yang diawali dengan serangan vertigo, pemeriksaan lainnya adalah CT scan atau MRI kepala, yang bisa menunjukkan kelainan tulang atau tumor yang menekan saraf. Jika diduga suatu infeksi, bisa diambil contoh cairan dari telinga atau sinus atau dari tulang belakang.

Jika diduga terdapat penurunan aliran darah ke otak, maka dilakukan pemeriksaan angiogram, untuk melihat adanya sumbatan pada pembuluh darah yang menuju ke otak.

Sudah Tahu, Ada Bra yang Bisa Menampung ASI ?



 
Ternyata penemu ide Bra ini adalah generasi muda Indonesia sendiri yang peduli pada ibu dan ASI eksklusif, bahkan sebenarnya dia baru duduk di kelas 11 SMA Negeri 6 Yogyakarta. Berkat ide cemerlangnya Devika, 17 tahun berhasil menyabet juara pertama kompetisi ilmiah National Young Inventor Awards ke-5 yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) karena dinilai inovatif dan serbaguna.

National Young Inventor Awards adalah satu dari empat kompetisi ilmiah yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), pada tanggal 25-26 September 2012.
Idenya muncul saat melihat ibunya yang sedang menyusui  dan wanita menyusui lainnya tapi air susunya kerap menetes saat sedang bepergian atau sedang tidak dalam kondisi menyusui bayinya.Air susu tersebut kebanyakan terbuang percuma, dan ini sangat disayangkan sekali. 

Oleh karena itu dia kemudian memutar otak bagaimana memastikan air susu tersebut bisa ditampung dan tetap terjaga kualitasnya.
Dia kemudian menciptakan Bra yang diberi nama “ Bra Penampung dan Pensteril ASI”

Sistem kerjanya sebenarnya cukup sederhana.



Ia memanfaatkan kutang khusus untuk ibu menyusui -yang bagian depannya dapat dibuka ketika seorang ibu mau menyusui bayinya. Ia memasang dua cup (mangkuk penadah) pada masing-masing bagian depan kutang. Cup berfungsi menampung tetesan susu dari payudara.

Dua cup berbahan silikon itu dihubungkan dengan selang plastik yang menjulur ke bawah dan bermuara pada sebuah kantong plastik yang diletakkan tepat pada posisi perut sang ibu. Kantong plastik itu diikatkan ke perut ibu menggunakan semacam tali plastik.

Susu yang menetes lalu disalurkan lewat selang ke plastik wadah penampung yang terpasang di perut.

Ia menyelimuti kantong plastik penampung susu dengan aluminium foil. Tujuannya agar suhu susu dalam kantong tetap sama dengan suhu susu di dalam payudara ibu. "Kalau suhu ASI sama seperti aslinya (suhu tubuh ibu) akan tetap steril," ujarnya.

Devika memanfaatkan kantong plastik yang biasa digunakan sebagai tempat menampung air seni bagi pasien di rumah sakit sebagai penampung susu. Kantung berukuran sekitar 15 x 10 sentimeter itu bisa menampung susu hingga 4 jam penggunaan. 

Susu yang ditampung di kantong dapat diminumkan ke bayi setelah dipindahkan ke dalam botol.

Sementara itu, cup penadah susu dibuat dari silikon yang cukup lentur dan halus sehingga menempel pas dan tidak membuat sakit payudara. Devika menambahkan beberapa lubang kecil pada bagian belakang cup supaya ada aliran udara masuk sehingga susu gampang menetes dan mengalir ke selang.

budidaya biji durian menjadi pati,nuget biji durian dan kripik biji durian

PEMANFAATAN BIJI BUAH DURIAN SEBAGAI BAHAN PANGAN ALTERNATIF UNTUK PENGOLAHAN MAKANAN YANG BERBAHAN DASAR PATI

Abstrak
Durian (Durio zibethinus murr) adalah salah satu buah yang sangat popular di Indonesia. Buah dengan julukan The King of fruits ini termasuk dalam famili Bombacaceae dan banyak ditemukan di daerah tropis. Sejauh ini kulit dan biji durian tidak dimanfaatkan oleh masyarakat, kadang biji durian juga digunakan sebagai pakan ternak tapi mayoritas mereka hanya membuang begitu saja biji dan kulit durian. Sebagian orang biasanya juga mengolah biji durian sebagai camilan. Biji durian yang masak mengandung 51,1% air, 46,2% karbohidrat, 2.5% protein dan 0.2% lemak. Kadar karbohidratnya ini lebih tinggi dibanding singkong (karbohidrat 34,7%) ataupun ubi jalar (karbohidrat 27,9%). Kandungan karbohidrat yang tinggi ini memungkinkan dimanfaatkannya biji durian sebagai bahan baku pangan baik itu tepung untuk aneka makanan, biji durian memiliki senyawa asam lemak siklopropena yang beracun. Senyawa asam lemak siklopropena ini akan hilang apabila dipanaskan, makanan yang dapat diolah dari biji buah durian adalah nugget, keripik, jenang, mie, kecap, tempe, susu dan lain-lain.
Kata kunci : Biji buah durian, kandungan biji buah durian, aneka olahan makanan
A. Pendahuluan
Pada masa sekarang ini, sudah banyak terdapat inovasi-inovasi baru berupa penelitian tentang kelayakan bagian dari tumbuhan yang biasanya hanya dibuang begitu saja menjadi produk olahan yang dapat dimanfaatkan. Apabila kita menyisakan waktu kita untuk tahu apa saja bagian dari tumbuhan yang dapat digunakan, tentu kita akan dapat memanfaatkanya menjadi produk dengan kualitas yang tinggi, serta nilai gizinya juga tinggi dan layak untuk dikonsumsi.
Olahan makanan yang kita konsusmsi umumnya terbuat dari tepung yang ditambah dengan campuran bahan lainnya agar didapatkan produk olahan yang dapat dikonsumsi. Tepung atau pati adalah salah satu bahan dasar pembuatan produk olahan yang mengandung karbohidrat. Widyastuti (1998) menyatakan bahwa dalam pembuatan makanan, tepung berfungsi sebagai bahan pengental (penstabil) dan pembentuk tekstur.
Durian (Durio zibethinus murr) adalah salah satu buah yang sangat popular di Indonesia. Buah dengan julukan The King of fruits ini termasuk dalam famili Bombacaceae dan banyak ditemukan di daerah tropis. Di Indonesia, tanaman durian terdapat di seluruh pelosok Jawa dan Sumatra. Sedangkan di Kalimantan dan Irian Jaya umumnya hanya terdapat di hutan. Tiap pohon durian dapat menghasilkan 80 sampai 100 buah, bahkan hingga 200 buah terutama pada pohon yang tua. Tiap rongga buah terdapat 2 sampai 6 biji atau lebih(Djaeni M dan Prasetyaningrum,A. 2010:37).
Buah ini berkulit keras membentuk duri dan berbiji besar, meskipun buah durian ini memiliki daging yang lebih tipis daripada bijinya tapi tetap kebanyakan orang memilih buah durian sebagai buah favorit mereka. Selain itu buah durian memiliki bau yang sangat menggoda. Sejauh ini kulit dan biji durian tidak dimanfaatkan oleh masyarakat, kadang biji durian juga digunakan sebagai pakan ternak tapi mayoritas mereka hanya membuang begitu saja biji dan kulit durian. Sebagian orang biasanya juga mengolah biji durian sebagai makanan, yakni dengan merebus atau membakarnya layaknya biji nangka. Tapi mereka lebih menyukai biji nangka karena biji durian memiliki tekstur yang berlendir dan apabila dimakan terasa lengket dan getir.
Biji durian yang masak mengandung 51,1% air, 46,2% karbohidrat, 2.5% protein dan 0.2% lemak. Kadar karbohidratnya ini lebih tinggi dibanding singkong (karbohidrat 34,7%) ataupun ubi jalar (karbohidrat 27,9%). Kandungan karbohidrat yang tinggi ini memungkinkan dimanfaatkannya biji durian sebagai bahan baku pangan baik itu tepung untuk aneka makanan(Djaeni,M. 2010 :37). Selain itu, dengan Biji durian memiliki kandungan pati yang cukup tinggi sekitar 42,1% dibanding dengan pati singkong 34,7% (Sumarlin, Effendi dan Rahmayuni, 2013) dengan kadar amilosa 26,607% (Jufri, Dewi, Ridwan dan Firli, 2007) sehingga berpotensi sebagai alternatif pengganti bahan makanan agar biji durian dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Dalam hal ini penulis akan mengajukan sebuah karya tulis tentang pemanfaatan biji durian sebagai bahan alternatif untuk pengolahan pangan yang berbahan dasar pati, diharapkan biji durian dapat dimanfaatkan untuk pengolahan segala jenis makanan , karena selain kandungan biji durian yang tidak kalah tinggi dengan kandungan yang terdapat pada ketela pohon, dengan memanfaatkan biji durian sebagai bahan alternatif olahan makanan , dengan biji buah durian juga akan tercipta lingkungan yang bersih dan menghasilkan olahan yang memiliki nilai gizi tinggi serta dapat menambah wawasan masyarakat tentang kandungan gizi yang terdapat pada biji durian.

B. Buah Durian
      The King of The Fruit, itulah julukan bagi buah durian yang merupakan salah satu jenis buah yang telah lama berkembang dan ditanam di wilayah nusantara. Sebutan durian diduga berasal dari istilah Melayu yaitu dari kata duri yang diberi akhiran -an sehingga menjadi durian. Kata ini terutama dipergunakan untuk menyebut buah yang kulitnya berduri tajam(Djaeni M dan Prasetyaningrum,A. 2010:37).
     Produksi durian di Indonesia cukup melimpah. Data Biro Pusat Statistik (2004), menunjukkan bahwa produksi durian meningkat setiap tahun. Seiring dengan meningkatnya luas daerah panen durian yaitu dari 24.031 ha pada tahun 1999 menjadi 53.770 ha pada tahun 2003, maka terjadi peningkatan produksi durian di Indonesia dari 194.359 ton pada tahun 1999 menjadi 741.841 ton pada tahun 2002 (Wahyono, 2009). Sedangkan di wilayah Semarang vegetasi tanaman durian dapat dijumpai di daerah Kecamatan Tembalang, Banyumanik, Gunung Pati, Ngaliyan dan Mijen, dengan jumlah lebih dari 100.000 pohon dan tingkat produksi 1500-2000 ton/tahun.
    Dengan rasa durian yang enak, dan aromanya yang khas. Durian biasanya dijauhi oleh orang-orang yang memiliki tekanan darah tinggi karena durian ini dapat menambah tekanan darah. Kebanyakan para dokter melarang pasien yang menderita penyakit darah tinggi atau jantung untuk tidak mengkonsumsi buah ini, dengan alasan dapat mengganggu kesehatan.
    Tetapi pendapat ahli gizi berbeda dengan para dokter, buah durian adalah buah bergizi. Setiap 100 gram isi durian (tanpa biji) mengandung 2,7 gram protein; 3,4 gram lemak; 27,9 gram karbohidrat; 40 miligram kalsium; 1,9 miligram zat besi; 150 miligram vitamin A dan 23,3 miligram vitamin C. Zat makanan yang terdapat dalam durian itu memang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Namun di balik zat yang bergizi itu, durian mempunyai kadar kalori yang sangat tinggi. Untuk 100 gram isi durian bisa membekalkan 153 kalori(Djaeni M dan Prasetyaningrum,A. 2010:37).
    Umumnya, pemanfaatan buah durian ini hanya untuk daging buahnya, padahal persentase berat bagian ini termasuk rendah yaitu hanya 20-35%. Hal ini berarti kulit (60-75%) dan biji (5-15%) belum termanfaatkan secara maksimal (Wahyono, 2009). Hasil penelitian menunjukkan, kulit durian secara proporsional mengandung unsur selulose yang tinggi (50-60%) dan kandungan lignin (5%) serta kandungan pati yang rendah (5%) sehingga dapat diindikasikan bahan tersebut bisa digunakan sebagai campuran bahan baku papan olahan serta produk lainnya yang dimampatkan. Selain itu, limbah kulit durian mengandung sel serabut dengan dimensi yang panjang serta dinding serabut yang cukup tebal sehingga akan mampu berikatan dengan baik apabila diberi bahan perekat sintetis atau bahan perekat mineral (Hatta, 2007).

C. BIJI DURIAN
    Selama ini, masyarakat hanya mengkonsumsi durian hanya pada bagian daging buahnya, setelah itu mereka hanya membuang biji dan kulitnya begitu saja. Sebagian kecil dari mereka hanya memanfaatkan biji durian sebagai pakan ternak. Padahal dalam satu buah durian, sekitar biji memiliki presentase (5-15%) belum termanfaatkan secara maksimal , jika kita pelajari lebih lanjut ternyata biji durian memiliki kandungan gizi yang tinggi. Bahkan kandungan karbohidrat biji durian ini lebih tinggi daro kandungan gizi yang terdapat pada ketela pohon.
    Biji durian memiliki kandungan pati yang cukup tinggi sekitar 42,1% dibanding dengan pati singkong 34,7% (Sumarlin, Effendi dan Rahmayuni, 2013) dengan kadar amilosa 26,607% (Jufri, Dewi, Ridwan dan Firli, 2007), sehingga berpotensi sebagai alternatif pengganti bahan makanan, misalnya dikombinasikan dengan tepung tapioka menjadi bahan pengisi adonan.

Berikut adalah tabel kandungan gizi yang terdapat pada biji durian:
(Anwar,Aida Dan Afrishanti L .2010:3)
Dapat dilihat pada tabel diatas,kadar karbohidrat yang terdapat dalam biji durian tersebut tinggi, namun pada biji durian mentah ini juga terdapat senyawa toksik yang dapat meracuni tubuh, senyawa ini adalah senyawa asam lemak siklopropena. Namun Asam lemak siklopropena yang terdapat dalam biji durian akan hilang dengan sendirinya ketika biji durian direbus atau dipanaskan pada suhu 80 derajat Celcius(Djaeni, M dan Prasetyaningrum,A. 2010:37).

Berikut ini akan dijelaskan fungsi-fungsi atau kegunaan kandungan gizi pada tepung biji buah durian :
• Karbohidrat
Karbohidrat adalah senyawa yang berguna sebagai sumber energi pada tubuh kita, setiap harinya kita membutuhkan energi dan untuk memenuhi energi tersebut, karbohidratlah yang berperan sebagai pemenuhan energi pada tubuh kita. Selain itu karbohidrat juga berfungsi sebagai pelindung protein agar tidak terbakar, sehingga protein juga dapat menghasilkan energi bagi tubuh kita.
Pada biji durian ini kandungan karbohidrat didalamnya juga berguna sebagai bahan pengental, penstabil dan bahan pemanis.
• Protein
Selain karbohidrat, protein juga sangat beguna bagi tubuh kita, yakni sebagai pengganti sel-sel yang rusak, sebagai zat pengemulsi,sebagai buffer untuk mempertahankan ph dalam tubuh, dan berguna juga sebagai pembentukan enzim. lalu bermanfaat juga sebagai penghasil energi. Dalam hal ini protein juga berguna sebagai penghasil energi, apabila energi dari karbohidrat dalam tubuh kita tidak dapat terpenuhi, maka proteinlah yang menggantikanya.
• Lemak
Lemak yang terdapat pada biji durian ini berfungsi untuk menyediakan tenaga. Kandungan kalori gizi lemak sangat tinggi, 9 kalori/gram, dibandingkan dengan sekitar 4 kalori untuk karbohidrat atau protein. Fungsi lainnya adalah sebagai pembawa vitamin yang larut dalam lemak dan sebagai sumber asam-asam lemak essensial (Djaeni M dan Prasetyaningrum,A. 2010:40 )
• Kandungan Toksik
Yang telah ditulis diatas bahwa pada biji durian memiliki senyawa asam lemak siklopropena yang beracun. Asam lemak siklopropenoat adalah asam lemak yang mempunyai gugus siklis yaitu gugus siklopropena. Dikenal dua senyawa dimana tergantung jumlah karbonnya yaitu asam malvalat dan asam sterkulat. Asam sterkulat adalah asam 8-(2-oktil-1-siklopropenil) oktanoat dan asam malvalat adalah asam 7-(2-oktil-1- siklopropenil) heptanoat . Rumus bangun asam-asam tersebut dapat dilihat pada gambar 2 berikut ini (Djaeni M dan Prasetyaningrum,A. 2010: 40)
Senyawa asam lemak siklopropena ini akan hilang apabila dipanaskan, senyawa siklopropena yang terdapat pada biji durian ini dengan kisaran yang kecil, sehingga tidak akan menyebabkan racun pada tubuh. Gejala yang ditimbulkan apabila keracunan senyawa toksik asam lemak siklopropenoat yakni munta-muntah, pusing dan mual. Asalkan diolah dengan baik asam lemak siklopropenoat tidak akan menjadi racun untuk tubuh kita.

C. ANEKA OLAHAN DARI BIJI BUAH DURIAN
Pada umumnya olahan makanan yang biasanya kita konsumsi tebuat dari bahan dasar tepung tapioka, bahan pembuat tepung tapioka sendiri adalah ketela pohon.pemanfaatan biji buah durian ini diharapkan dapat dipakai sebagai bahan tambahan atau bahan alternatif pengganti tepung tapioka, apalagi sudah diulas sebelumnya bahwa ketela pohon memiliki kadar karbohidrat yang lebih rendah dari biji buah durian, selain itu biji buah durian berguna sebagai pengental dan pembentuk tekstur pada olahan makanan, sehingga untuk olahan makanan yang berjenis kering dapat dihasilkan produk olahan yang enak, tidak lembek, dan gurih. Sebenarnya dalam pembuatan tepung dengan menggunakan biji buah durian tidaklah sulit.

Berikut ini adalah cara-caraatau prosedur pembuatan pati atau tepung yang berasal dari biji buah durian:
1. Biji durian dicuci sampai bersih, lalu dikupas dari selubung luarnya dan dipotong kecil-kecil.
2. Biji durian diblender dengan ditambah air secukupnya, lalu diperas dengan kain.
3. Filtrat diendapkan selam 5-7 hari dan diganti airnya setiap 24 jam sekali.
4. Endapan pati dikeringkan menggunakan panas matahari atau dengan oven suhu 50oC selama 24 jam.
5. Pati kering dihaluskan dan diayak.

Berikut adalah contoh aneka makanan yang berasal dari biji buah durian :
• Pembuatan Nugget ayam dengan penambahan Tepung biji buah durian
Prosedur pembuatan nugget ayam adalah sebagai berikut:
1. Daging ayam dicuci, lalu dipotong kecil-kecil (2×2) cm.
2. Daging digiling menggunkan meat grinder.
3. Daging giling dicampur dengan bahan lain yang sudah tercampur, lalu diaduk.
4. Adonan dicetak dan dikukus selama 30 menit ditutup dengan alumunium foil.
5. Nugget kukus didinginkan dalam suhu kamar, lalu diiris sesuai selera.
6. Nugget ayam dilumuri coating, lalu digulirkan pada tepung roti.
7. Digoreng sampai berwarna kuning kecoklatan.

Selain nugget ayam, ternyata biji buah durian juga dapat dimanfaatkan sebagai keripik. maka berikut ini sedikit diulas tentang cara bikin keripik biji durian dan cara mengolahnya.
Bahan :
• 1 kg biji durian, masih segar, cuci hingga bersih dan kesat
• 1500 ml air
• 25 ml air kunyit
• 160 gram kapur sirih
Haluskan :
• 20 gram bawang putih
• 5 gram kemiri
• 15 gram garam
• 250 ml minyak Goreng
Cara membuat keripik biji durian :
1. Biji durian diiris tipis-tipis dengan menggunakan alat perajang pada ketebalan 1-2 mm sambil ditampung dalam baskom yang berisi air lalu cuci kembali sampai bersih.
2. Masukkan ke dalam baskom perendaman kapur sirih yang telah diberi air kunyit, diamkan selama 30 menit. Cuci kembali dan tiriskan.
3. Campur bumbu halus dengan sedikit air, rendam irisan biji durian selama 5-10 menit supaya bumbu meresap. Tiriskan lalu goreng hingga berwarna kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
4. Keripik biji durian dapat diolah dengan beragam bumbu seperti balado pedas, seperti halnya Keripik Singkong. Kemudian bisa disantap atau disimpan dalam wadah kedap udara atau dikemas dalam plastik yang tertutup rapat dan disimpan pada tempat yang kering.
Selain kedua contoh makanan yang berasal dari biji durian, banyak pula olahan makanan yang berasl dari biji buah durian, misalnya mie, kecap, tempe, susu dll. Pada pengolahan biji buah durian dalam olahan tempe dan kecap kurang memiliki nilai gizi yang tinggi, karena biji durian memiliki kandungan protein yang lebih rendah daripada kedelai.

D. PENUTUP
Buah durian memiliki nilai daya guna tinggi, selain aromanaya yang khas,rasanya yang enak, agar dapat diimbangi dengan harganya yang mahal, kita gunakan juga bagian buah durian lain yang kurang berguna, yakni kulit dan bijinya. Dapat diketahui pula ternyata biji durian memiliki kandungan gizi yang tinggi pula, baik karbohidrat, protein, dan lemak, dan asam lainnya yang berfungsi untuk tubuh kita. Jangan khawatir dengan toksik yang terdapat pada biji durian yakni asam lemak siklopropenoat, asalkan diolah dengan baik asam siklopropenoat tidak akan menyebabkan keracunan. Pembuatan tepung dari biji buah durian ini juga sangat mudah, hanya dengan dihaluskan lalu direndam dan dikeringkan , biji buah durian pun sudah bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kue, bahkan menurut literatur tepung biji buah singkong ini memiliki kadar air yang sedikit sehingga dalam proses pengukusan atau penggorengan lebih cepat. Selain ditambahkan pada nugget, biji buah durian juga dapat digunakan sebagai keripik, mie, kecap, tempe, susu dll. Produk olahan yang dapat dihasilkan dari biji buah durian adalah produk olahan yang mengandung pati.

DAFTAR PUSTAKA
Anwar, Aida Dan Afrishanti L .2010:3. Pemanfaatan Tepung Biji Durian Menjadi Glukosa Cair Melalui Proses Hidrolisa dengan Menggunakan Enzim alfa amilase. Jurnal. Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.Semarang
Djaeni M dan Prasetyaningrum,A. 2010. Kelayakan Biji Durian Sebagai Bahan Pangan Alternatif : Aspek Nutrisi Dan Tekno Ekonomi. Vol.4, No.I1, Tahun 2010, Hal.: 37 – 45.Jurnal.(http;//Kelayakan_Biji_Durian_Sebagai_Bahan_Pangan_Alternatif_Aspek_Nutrisi_Dan_Tekno_Ekonomi_MOH._JAENI_dan_A._PRASETYANINGRUM.pdf)
Hatta, Violet Hj, 2007, Manfaat Kulit Durian Selezat Buahnya, Jurusan Teknik Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Unlam.
Jufri, M., R. Dewi, A. Ridwan dan Firli. 2006. Studi Kemampuan Pati Biji Durian Sebagai Bahan Pengikat Dalam Tablet Ketoprofen Secara Granulasi Basah. Majalah Ilmu Kefarmasian 3(2):78-86.
Sumarlin, R. Efendi dan Rahmayuni. 2013. Karakterisasi Pati Biji Durian (Durio zibethinus Murr) Dengan Heat Moisture Treatment (HMT). Jurnal. Fakultas Pertanian Universitas Riau. Riau.
Wahyono.2009. Karakteristik Edible Film Berbahan Dasar Kulit dan Pati Biji Durian (Durio Sp) Untuk Pengemasan Buah Strawberry.skripsi.UMS.hal 1-9
Widyastuti, E. S., 1998. Morfologi dan Tekstur Bakso Daging Sapi dengan Bahan Pengisi Tapioka dan Pati Kentang Modifikasi. Laporan Penelitian. Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Malang.

Biji Durian Menjadi Susu Tinggi Protein

biji durian dari susu protein tinggi

 

 

YOGYA (KRjogja.com) - Lima mahasiswa dari Fakultas Kedokteran dan Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sukses menginovasikan biji durian menjadi susu yang bernilai protein tinggi. Bahkan hasil kretivitas mahasiswa ini mampu bertarung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKMK) yang diselenggarakan DIKTI 2012 dan Student Entrepreneurship Businesses Incubator (SIBE) hasil kerjasama UMY dengan BRI 2013.

Setyabella Ika Putri salah satu mahasiswa Kedokteran yang menjabat sebagai Manager Pemasaran mengungkapkan awal mula pembuatan produk yang mereka beri nama eSBeDe atau Susu Biji Durian ini. Terinspirasi dari susu sari kedelai yang sudah banyak dikembangkan di masyarakat, Bella bersama teman-temannya mencoba mengkreasikan biji durian.

"Kebetulan ketika itu sedang musim durian dan banyak bijinya yang terbuang. Awalnya kami belum menentukan untuk membuat susu. Sampai akhirnya setelah berulang kali uji coba, ternyata susu biji durian ini rasanya tidak kalah dengan susu kedelai. Bahkan setelah di uji laboratorium di Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, kandungan proteinnya lebih tinggi dan hampir sama dengan susu formula lainnya," kata Bella ketika audiensi ke Redaksi KR, Selasa (4/2/2014).

Kedatangan Bella ini ditemani Muh Syawal Hasibuan (CEO eSBeDe), Wahyu Shidiq Anwar (Manager Produksi), Fidya Sapita (Manager Pengembangan Produk) dan didampingi Prof Dr M Akhyar Adnan selaku salah satu dosen pembimbing. Tim dari UMY ini diterima Pemimpin Redaksi Kedaulatan Rakyat Drs Octo Lampito MPd. Atas prestasi dalam inovasi ini, mereka berhak mendapatkan hibah dari Dikti sebesar Rp 9,5 juta dan Rp 21 juta dari SIBE.

Ada lima varian rasa yang ditawarkan, original, durian, coklat, pisang dan cream dengan harga antara Ro 3.000 hingga Rp 4.000 per botol dengan isi 250 ml. Mengenai pemasaran, selain di lingkungan kampus UMY mereka juga sering menjajakan eSBeDe ke Sunmor setiap Minggu di UGM.

Untuk mendapatkan biji durian, mereka memilih huntingnya di malam hari. Mereka berkeliling di pinggir-pinggir jalan yang dijadikan lokasi berjualan durian. Biji durian yang besar dan putih, selanjutnya direndam selama 12 jam. Setelah direndam lalu direbus 20 menit diatas suhu 120 derajat. Baru diblender dan dicampur dengan varian rasa yang diinginkan.


Kamis, 18 September 2014

Egg Roll Ubi Ungu

Ubi ungu atau ubi jalar saat ini tengah menjadi primadona di kelasnya karena kelezatan serta manfaat bagi kesehatan tubuh. Belum banyak yang tahu dibalik rasanya yang enak, ternyata ubi ungu memiliki berbagai macam khasiat kesehatan yang luar biasa. Warna ungu yang terdapat dalam ubi ungu merupakan senyawa antisianin yang berperan sebagai antioksidan, yang mampu menangkal radikal bebas dari berbagai macam polusi yang merusak tubuh. Fakta tersebut menjadikan ubi ungu kian banyak digunakan sebagai bahan baku aneka kuliner dengan berbagai varian jenis dan rasa.
Egg Roll Ubi Ungu Sasha
 Keripik, gorengan, cake, donut, bakpia dan minuman menjadi produk-produk olahan ubi ungu yang sudah familiar di masyarakat. Di samping aneka olahan tersebut, masih ada berbagai makanan lain berbahan baku ubi ungu yang tidak kalah lezat, salah satunya adalah egg roll ubi ungu. Tidak terbayang di benak pikiran banyak orang jika ubi ungu bisa dikreasikan menjadi makanan seperti egg roll yang umumnya di produksi dengan bahan baku utama tepung terigu. Namun, di tangan M. Luthfi Yuniarto (40) dan Almuna Fasah ‘Ifah’ Asyarifah (39), ubi ungu bisa dikreasikan menjadi produk yang biasa dikonsumsi sebagai camilan santai tersebut.
Ibu Almuna Fasah ‘Ifah’ AsyarifahBelum lama ini, tim liputan bisnisUKM menemui Ibu Ifah untuk mengatahui berbagai macam hal terkait produksi egg roll ubi ungu miliknya. Ditemui di rumahnya Pleret Bantul, Ibu Ifah menceritakan awal mula berdirinya usaha yang memiliki brand Egg Roll Sasha tersebut. “Awalnya sebelum terjun dalam usaha egg roll ubi ungu ini, saya bersama suami terlebih dahulu menjalankan produksi kue-kue kering, khusunya pada momen lebaran, hingga bertahan kurang lebih 3 tahunan,” jelasnya. Dalam produk kue keringnya itu, Ibu Ifah menggunakan berbagai bahan baku produksi, salah satunya adalah ubi ungu.
Selama lebih kurang 3 tahun, Ibu Ifah bertahan dengan produksi kue keringnya tersebut, sampai menemukan ide memproduksi egg roll yang memiliki ‘masa jual’ sepanjang tahun. “Kue kering sendiri memang mendapatkan respon positif dari masyarakat, namun ‘usia jual’nya hanya ramai ketika momentum lebaran atau event-event tertentu saja, dari situ kami berfikir untuk menciptakan kreasi produk yang bisa dijual sepanjang tahun,” terang Ibu Ifah. Setelah mempelajari dari beberapa referensi dan ‘study banding’ ke beberapa produsen lainnya, Ibu Ifah memutuskan untuk mengkreasi egg roll, dengan memodifikasi bahan bakunya, yakni dengan ubi ungu.

Mengolah Ubi Ungu Menjadi Egg Roll

ubi ungu“Kenapa ubi ungu? Karena dari segi rasa berbeda dari ubi-ubi lainnya, disamping itu kandungan gizi yang terdapat di dalamnya membuat kami semakin yakin jika ini (ubi ungu) dikembangkan akan menghasilkan sebuah produk yang disukai masyarakat,” jelas ibu tiga orang putra tersebut. Modal keyakinan yang beliau miliki ternyata membuahkan hasil yang menggembirakan. Egg roll ubi ungu yang dikreasi oleh Ibu Ifah dan suaminya mendapatkan respon positif dari masyarakat. Menurut Ibu Ifah, kebanyakan masyarakat merasa penasaran dengan produk egg roll yang terlihat berbeda terutama dari segi visual (warna) yang unik.
Dari rasa penasaran tersebut, banyak yang kemudian memesan produk egg roll Sasha dengan berbagai macam jumlah. “Hampir semua yang menikmati produk kami merasa bahwa egg roll sasha unik, terutama dari segi berkarakter, atau bisa dikatakan tidak kehilangan rasa ubi ungunya,” imbuhnya. Dari situlah, Egg Roll Sasha kemudian tumbuh menjadi salah satu camilan yang disukai masyarakat hingga dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas dari Yogyakarta.
produk kemasan Egg Roll Ubi Ungu SashaDalam perkembangannya, Egg Roll Sasha selalu melakukan perbaikan, baik dari segi kualitas rasa maupun kemasan. Untuk saat ini, dalam satu kemasan (box) Egg Roll Sasha berisi 20 ‘batang’ yang siap menggoyang lidah penikmatnya. “Dulu kita pernah menggunakan plastik dalam mengemas egg roll ini, kemudian mengubahnya menjadi box dengan beberapa kali perubahan desain kemasan sampai seperti saat ini,” jelas Ibu Ifah. Sementara dari kualitas produk, Ibu Ifah kini lebih selektif dalam menggunakan bahan baku ubi ungu yang dibelinya dari kawasan Pasar Telo (ketela) Karangkajen Yogyakarta. Dengan adanya pemilihan bahan baku tersebut, maka tidak ada kekhawatiran dalam kualitas hasil akhir produknya.
Dibantu 21 orang tenaga produksinya, Ibu Ifah kini ‘menikmati’ kesuksesannya dalam mengembangkan Egg Roll Sasha dengan membangun lokasi produksi yang lebih representatif. Dengan menggunakan peralatan produksi yang lebih memadai, Egg Roll Sasha saat ini mampu memproduksi 650-700 box/ harinya. Egg Roll Sasha tersebut kemudian dipasarkan ke berbagai toko oleh-oleh dan swalayan yang ada di seputaran wilayah Yogyakarta. “Sebagian besar memang larinya ke swalayan dan toko oleh-oleh, karena yang memasarkan produk ini seluruhnya adalah marketing lepas, jadi kita malah tidak handle pemasaran sendiri,” lanjutnya sembari tersenyum.
Dengan fokus di produksi, Ibu Ifah pun kini mengaku masih sering kualahan dalam melayani pesanan yang ada. “Sebenarnya alasan itu juga yang membuat kita sejauh ini tidak melakukan pemasaran lagi secara aktif seperti awal mula dulu, kami ingin benar-benar fokus di produksi, dengan melakukan peningkatan kualitas maupun kuantitasnya, meskipun tidak bisa dipungkiri saat ini pun kami masih kualahan dalam melayani setiap pesanan yang datang,” katanya lagi. Momen menjalang lebaran seperti saat ini juga mengharuskan Ibu Ifah membatasi waktu pesanan dari para pelanggannya. Jadi, harus jauh-jauh hari memesan produk Egg Roll Ubi Ungu Sasha untuk bisa menikmatinya.

Kendala Bisnis Egg Roll Ubi Ungu

proses produksi Egg Roll Ubi Ungu SashaKetika ditanya mengenai kendala yang sering dihadapi, Ibu Ifah berujar jika fluktuasi harga bahan baku (ubi ungu) di pasaran menjadi point utama yang terkadang menghambat proses produksi dan pemasaran. “Dengan harga (ubi ungu) yang terkadang tidak tentu membuat kami juga kesulitan menentukan harga jualnya, yang akan berimbas juga dengan harga di marketing-marketing kami,” imbuhnya. Saat ini, beliau menjual Egg Roll Ubi Ungu Sasha dengan harga Rp13.000,00-Rp15.000,00/ box, namun harga tersebut sangat mungkin bisa berubah ketika ada dampak seperti kenaikan harga bahan baku yang ada di pasaran.
Di akhir wawancara, Ibu Ifah membagi kunci suksesnya beliau dan suami dalam mengembangkan Egg Roll Ubi Ungu Sasha. “Jika kita membangun usaha, yang dibutuhkan adalah keyakinan tinggi terhadap produk dan usaha yang kita kembangkan, selanjutnya melakukan (action) terhadap apa yang kita yakini tersebut,” jelasnya. Dengan keyakinan itulah, Egg Roll Ubi Ungu Sasha kini mampu sebanding dengan produk produk khas lain dari Yogyakarta yang terlebih dahulu menjadi icon wisata kota pelajar tersebut.

khasiat kopi biji buah salak


Khasiat Kopi Biji Buah Salak

Buah salak memang sudah sangat populer dan tentunya sudah yang mengetahui dan rasa dari buah salak ini. Nama salak dalam bahasa latin adalah Salaca Edulis alias Snake Fruit ini memang memiliki lebih dari 20 spesies yang tersebar di Indo- Malaya dan dari nama antara daerah terutama di Indonesia memang berbeda – beda. Namun kita perlu tahu bahwa selain buahnya, bijih salah sangatlah berguna bagi kesehatan kita, nah berikut ini manfaat dari biji buah salak jika dibuat kopi.kopi buah biji salak
Kopi biji buah salak yang selama ini belum banyak orang yang tau, selain rasa dari kopi biji buah salak memiliki rasa yang khas, ternyata kandungan yang ada pada kopi biji buah salak tersebut berguna untuk menggempur hipertensi dan juga asam urat.

Dengan kopi biji buah salak ini yang dikonsumsi dengan cara diminum seperti halnya minum kopi biasa dapat menyembukan hipertensi dan asam urat. LAlu bagaimana cara membuatnya, karena kopi buah biji salak ini memnag belum banyak yang menjual maka bisa kita buat dengan sederhana  caranya adalah:
  • Bijih salak yang sudah tua di cuci sampai bersih lalu dikeringkan
  • Setelah kering biji buah salak tersebut kita sangrai ( digoreng tanpa menggunakan minyak ) sampai benar – benar matang, tetapi jangan samapi gosong agar kalau jadi kopi agar tidak pahit.
  • Kemudian biji salak yang telah di sangrai tersebut ditumbuk sampai halus, dan kemudia kita saring guna memperoleh bubuk biji salak yang lebut atau sesuai keinginan.
  • Nah dari bubuk biji salak tersebut, baru bisa kita buat menjadi kopi buah biji salak yang nikmat.
Perlu kita ketahui juga bahwa selain bijinya, kulit buah salah juga bermanfaat sebagai penstabil tekanan darah dan menurunkan penyakit diabetes. Sedangkan untuk daun dari bisa untuk mengobati penyakit ambeien. Semoga bermanfaat ya artikel Khasiat Kopi Biji Buah Salak ini.